Sebagai manusia biasa yang jahil tentang Ilmu Hadis, kita sering di”forward” dgn pelbagai e-mail yg sekali imbas sangat baik. Namun tanpa kita sedari, banyak e-mail yg diterima meletakkan quote “Sabda Rasulullah SAW” tnp menyatakan riwayat dr perawi mana, adalah hadis yg masih boleh diragukan kesahihannya.Malah ada yg palsu sama sekali. Dgn sekali baca kita akan menganggap ianya benar dan perrcaya bulat-bulat.
Untuk kali ini, produkhalal ingin mengajak semua mengambil satu pendekatan bahawa sekiranya ada quote “Sabda Rasulullah SAW” tanpa menyatakan siapa perawinya, kita kena HOLD dulu dlm hati, cuba cari kesahihannya.
Insya Allah lebih Selamat.
Wallahu alam
HADITS-HADITS PALSU TENTANG KEUTAMAAN SHALAT DAN PUASA DI BULAN RAJAB
Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
http://www.almanhaj.or.id/content/1523/slash/0
Allah Yang Mahabijaksana telah mengutamakan sebagian waktu malam dan siang dengan menjanjikan terkabulnya doa dan terpenuhinya permintaan. Demikian Allah mengutamakan tiga generasi pertama sesudah diutusnya Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam dan mereka dianggap sebagai generasi terbaik apabila dibandingkan dengan generasi berikutnya sampai hari Kiamat. Ada beberapa tempat dan masjid yang diutamakan oleh Allah dibandingkan tempat dan masjid lainnya.
Semua hal tersebut kita ketahui berdasarkan hadits-hadits yang shahih dan contoh yang benar.
Adapun tentang bulan Rajab, keutamaannya dalam masalah shalat dan puasa padanya dibanding dengan bulan-bulan yang lainnya, semua haditsnya sangat lemah dan palsu. Oleh kerana itu tidak boleh seorang Muslim mengutamakan dan melakukan ibadah yang khusus pada bulan Rajab. Di bawah ini akan saya berikan contoh hadits-hadits palsu tentang keutamaan shalat dan puasa di bulan Rajab.
HADITS PERTAMA
Ertinya : Rajab bulan Allah, Sya’ban bulanku dan Ramadhan adalah bulan ummatku�
Keterangan: HADITS INI MAUDHU’
Kata Syaikh ash-Shaghani (wafat th. 650 H): Hadits ini maudhu’ (Lihat Maudhu’atush Shaghani (I/61, no. 129))
Hadits tersebut mempunyai matan yang panjang, lanjutan hadits itu ada lafazh:
Ertinya : Janganlah kalian lalai daripada (beribadah) pada malam Jumaat pertama di
bulan Rajab, kerana malam itu Malaikat menamakannya Raghaaib…�
Keterangan: HADITS INI MAUDHU’
Kata Ibnul Qayyim (wafat th. 751 H): Hadits ini diriwayatkan oleh Abdur Rahman bin Mandah dari Ibnu Jahdham, telah menceritakan kepada kami Ali bin Muhammad bin Said al-Bashry, telah menceritakan kepada kami Khalaf bin Abdullah as-Shanany, dari Humaid Ath-Thawil dari Anas, secara marfu�. (Al-Manaarul Muniif fish Shahih wadh Dha’if (no. 168-169))
Kata Ibnul Jauzi (wafat th. 597 H): “Hadits ini palsu dan yang tertuduh memalsukannya adalah Ibnu Jahdham, mereka menuduh sebagai pendusta. Aku telah mendengar Syaikhku Abdul Wahhab al-Hafizh berkata: “Rawi-rawi hadits tersebut adalah rawi-rawi yang majhul (tidak dikenal), aku sudah periksa semua kitab, tetapi aku tidak dapati biografi hidup mereka.” (Al-Maudhu’at (II/125), oleh Ibnul Jauzy)
Imam adz-Dzahaby berkata: “ ’Ali bin ‘Abdullah bin Jahdham az-Zahudi, Abul Hasan Syaikhush Shuufiyyah pengarang kitab Bahjatul Asraar dituduh memalsukan hadits.”
Kata para ulama lainnya: “Dia dituduh membuat hadits palsu tentang shalat ar-Raghaa’ib.” (Periksa: Mizaanul I’tidal (III/142-143, no. 5879))
Filed under: Berita, Definisi, Umum | 8 Comments »